Sejarah Masuknya Sepeda Motor Ke Indonesia

Taukah bro bagaimana motor yang pertama masuk ke Indonesia, dan siapakah yang menjadi pemakai pertama dari motor ini. Diatikel kali ini kami akan mengulas sejarah masuknya motor pertama kali ke Indonesia.

John C Potter adalah orang  yang pertama kali memiliki motor di Indonesia. Potter adalah orang berkebangsaan Inggris, yang bekerja sebagai masinis pertama di pabrik gula Oemoel baca umul, probolinggo. Orang ini juga mendapat kepercayaan dari sunan solo untuk mengurus pembelian mobil pertamanya dari Eropa.

Pemilik motor pertama Di Indonesia

Sepeda motor yang di pesan John C Potter pada tahun 1983, tiba tahun itu juga. Motor pertama kali di dunia yang lahir di Jerman pada tahun 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach, tapi belum di jual untuk umum. Untuk dijual umum, itu terjadi pada 1893 dan di buat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman. Motor buatan Jerman masuk ke USA pada tahun 1895. Jadi dapat dikatakan juga mobil pertama di dunia ternyata langsung di kirim ke Indonesia pada tahun pertama pembuatannya.

Motor yang di beli oleh Joh C Potter, tidak menggunakan rantai. Roda belakang di gerakkan langsung oleh kruk. Bisakah bro bayangkan ternyata motor yang pertama kali di jual untuk  umum ini masih di gunakan sampai sekarang seperti 4 valve, pendingin air, dan bercc 1500, dengan bahan bakar bensin atau naftan.

Jangan bro kira dengan mesin 1500 cc tenaga yang dihasilkan sama dengan keluaran motor terbaru sekarang. Tenaga yang dihasilkan hanya 2,5 hp pada 240 rpm. Persneling, belum menggunakan magnet, tidak ada aki, belum menggunakan koil, dan belum adanya kabel listrik. Namun dengan segala kekurangan yang ada, motor ini pada jamannya sudah terbilang canggih.

Untuk menggidupkan dan menstabilkan mesinnya memerlukan waktu 20 menit. Motor John C potter ini ditemukan tergeletak dan rusak tidak terawat 1932. Sepeda motor ini terongok 40 tahun di pojokan garasi dalam keadaan berkarat. Dengan bantuan montir marinir di Surabaya, motor John C Potter ini di restorasi seperti semula. Pada tahun 1899, Indonesia juga sudah kedatangan motor listrik dengan 3 roda, menggunakan tenaga baterai, yang diberi nama De Dion Bouton Tricycle buatan Perancis.

Pada tahun 1906 Administratur Bantool (Bantul) yang terletak di Yogyakarta juga memiliki sepeda motor dan memiliki beberapa mobil. Dan  yang perlu bro tau, pada masa itu hanya orang kelas atas, orang bule, dan pribumi ningrat yang bisa memiliki mobil dan motor.

Pada masa itu, layaknya masa sekarang juga ada club-club touring. Tentu anggotanya adalah para pengusaha, dan para ninggrat serta para bule. Bukan rakyat jelata. Merek yang terkenal pada masa itu adalah Reading Standard, Excelsior, Harley Davidson, Indian, King Dick, Brough Superior, Henderson dan Norton. Lalu untuk suku cadang disediakan oleh perusahaan R.S Stockvis & Zonnen Ltd. Pabrik ini juga mengurus pesanan mobil dari Benua biru Eropa.

Incoming search terms: